Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) baru-baru ini meminta aplikasi ojek online (ojol) untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para mitranya dalam bentuk uang tunai. Permintaan ini langsung mendapat tanggapan dari Maxim, salah satu perusahaan aplikasi ojol terkemuka di Indonesia.
Widhi Wicaksono, Government Relations & Public Affairs Maxim Indonesia, menyatakan bahwa perusahaan akan tetap memberikan THR kepada para driver. Namun, pihak Maxim masih berdiskusi dengan Kemenaker terkait mekanisme penyaluran dan kriteria penerima THR. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah.
Maxim menekankan bahwa pemberian THR akan didasarkan pada kinerja masing-masing driver. Hal ini dianggap penting untuk mewujudkan keadilan, mengingat tingkat aktivitas para driver beragam. Pemberian THR yang sama untuk semua driver dinilai kurang adil bagi mereka yang memiliki tingkat aktivitas rendah.
Mengenai permintaan agar THR diberikan dalam bentuk uang tunai, Maxim masih mengkaji hal tersebut. Belum ada keputusan final terkait bentuk pembayaran THR. Yang terpenting, pihak Maxim berkomitmen untuk menyelesaikan skema penyaluran THR sebelum Hari Raya Lebaran tiba.
Pernyataan Resmi Maxim Terkait THR
Target penyelesaian skema THR oleh Maxim adalah dalam waktu satu hingga dua minggu sebelum Lebaran. Hal ini menunjukkan keseriusan Maxim dalam memenuhi kewajiban memberikan THR kepada para mitranya. Kepastian ini diharapkan dapat memberikan ketenangan dan kepastian bagi para driver dalam menyambut hari raya.
Permintaan Menaker Terkait THR Ojol
Permintaan Menaker Yassierli agar THR ojol diberikan dalam bentuk uang tunai didasari atas pertimbangan untuk memastikan para driver dapat merayakan Lebaran dengan layak. Bentuk uang tunai dianggap lebih praktis dan mudah digunakan oleh para driver dibandingkan dengan bentuk lain.
Menaker mengakui bahwa perumusan formula penghitungan THR untuk driver ojol membutuhkan waktu karena kompleksitasnya. Faktor-faktor seperti jenis angkutan, jenis layanan, dan jam kerja perlu dipertimbangkan dalam perhitungan yang adil dan merata. Pemerintah optimis aturan soal THR ini akan segera rampung.
Kompleksitas Penghitungan THR untuk Driver Ojol
Penghitungan THR untuk driver ojol memang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan karyawan kantoran. Hal ini disebabkan oleh fleksibilitas jam kerja dan pendapatan yang fluktuatif. Oleh karena itu, perlu ada formula khusus yang mempertimbangkan berbagai variabel tersebut agar penghitungan THR tetap adil dan transparan.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perumusan formula THR meliputi: jenis kendaraan yang digunakan (motor, mobil), jenis layanan yang diberikan (antar-jemput penumpang, antar barang), jam kerja rata-rata per minggu, dan pendapatan rata-rata per bulan. Semua faktor ini berpengaruh terhadap besaran THR yang diterima masing-masing driver.
Kejelasan dan transparansi dalam mekanisme penghitungan THR sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga hubungan yang baik antara perusahaan aplikasi ojol dan para drivernya. Harapannya, semua pihak dapat bekerjasama untuk mencapai solusi yang adil dan saling menguntungkan.
Dampak Kebijakan THR terhadap Kesejahteraan Driver Ojol
Pemberian THR kepada driver ojol mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mereka. THR dapat membantu para driver untuk memenuhi kebutuhan menjelang dan selama Hari Raya Lebaran, seperti membeli kebutuhan pokok, mengunjungi keluarga, dan membayar berbagai tagihan. THR juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di kalangan driver ojol.
Namun, kesuksesan kebijakan THR ini juga bergantung pada keadilan dan transparansi dalam mekanisme penyaluran dan perhitungannya. Semoga pemerintah dan perusahaan aplikasi ojol dapat bekerjasama untuk mewujudkan hal tersebut, sehingga THR benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi para driver ojol.