Musim mudik Lebaran identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Sayangnya, hal ini juga berpotensi memunculkan risiko keselamatan, khususnya terkait penggunaan transportasi umum, terutama bus pariwisata.
Banyak bus pariwisata digunakan untuk program mudik gratis. Namun, kebanyakan bus ini belum tentu menjalani ramp check secara rutin. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan pemangkasan biaya untuk efisiensi, seperti yang disampaikan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.
Bahaya Bus Pariwisata Ilegal Saat Mudik
Menggunakan bus pariwisata tanpa izin atau yang belum menjalani ramp check sangat berisiko. Kondisi kendaraan yang tidak terjamin, ditambah dengan kurangnya pengawasan terhadap pengemudi, dapat menimbulkan kecelakaan fatal. Pemeliharaan armada yang tidak jelas juga menjadi faktor penyebab utama.
Kondisi ini diperparah dengan perjalanan mudik yang biasanya lebih lama dari biasanya. Oleh karena itu, penggunaan dua pengemudi untuk perjalanan jarak jauh sangat dianjurkan agar keamanan dan keselamatan tetap terjaga.
Pentingnya Ramp Check dan Perizinan Bus Pariwisata
Djoko Setijowarno menekankan pentingnya pemerintah untuk konsisten melakukan ramp check pada bus pariwisata. Ramp check bisa dilakukan di pool PO Bus Wisata atau lokasi wisata. Ini untuk memastikan kelaikan jalan bus-bus tersebut sebelum digunakan untuk mengangkut pemudik.
Penting untuk memeriksa secara teliti apakah bus tersebut memiliki logo ramp check yang tertempel di kaca depan. Hal ini sebagai tanda bahwa bus tersebut telah dinyatakan laik jalan dan memenuhi standar keselamatan.
Tanggung Jawab Penyelenggara Mudik
Penyelenggara mudik, termasuk event organizer (EO) yang menyediakan layanan mudik gratis, memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan pemudik. Mereka wajib memastikan bahwa bus yang digunakan telah resmi, memiliki izin operasional, dan telah lolos ramp check.
Tidak hanya itu, penyelenggara juga harus memastikan bahwa bus yang disewa dalam kondisi prima dan pengemudi yang ditugaskan terlatih dan berpengalaman. Hal ini perlu ditekankan agar tercipta perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
Sosialisasi Bahaya Bus Pariwisata Bodong
Sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya menggunakan bus pariwisata bodong atau ilegal sangat penting. Masyarakat harus diedukasi untuk waspada dan selektif dalam memilih transportasi mudik. Mengetahui ciri-ciri bus yang aman dan resmi akan membantu masyarakat menghindari risiko kecelakaan.
Pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap bus pariwisata ilegal agar masyarakat terlindungi dari praktik-praktik yang merugikan.
Tips Memilih Bus Pariwisata yang Aman
Berikut beberapa tips memilih bus pariwisata yang aman untuk perjalanan mudik:
- Pastikan bus memiliki izin trayek dan surat-surat resmi yang lengkap.
- Periksa kondisi fisik bus secara menyeluruh, termasuk ban, rem, dan lampu.
- Cari tahu reputasi perusahaan penyedia jasa transportasi.
- Pilih bus yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang memadai, seperti sabuk pengaman dan alat pemadam kebakaran.
- Pastikan pengemudi memiliki SIM yang masih berlaku dan memiliki pengalaman mengemudi yang cukup.
- Cari informasi dari berbagai sumber, termasuk dari teman atau kerabat yang pernah menggunakan jasa transportasi tersebut.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan memahami risiko yang mungkin terjadi, kita dapat memastikan perjalanan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.