Berkendara dalam kondisi berpuasa di bulan Ramadan memerlukan kewaspadaan ekstra. Kondisi tubuh yang berbeda, seperti kelelahan akibat kurang tidur karena sahur dan perubahan metabolisme, dapat memengaruhi konsentrasi dan kemampuan berkendara.
Instruktur safety driving dari Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI), Erreza Hardian, menyarankan pengendara untuk menyadari potensi bahaya baru di jalan raya selama Ramadan. Kurang tidur karena mempersiapkan sahur lebih awal dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan konsentrasi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Tips Aman Berkendara Saat Puasa
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, perlu penyesuaian pola pikir dan perilaku berkendara. Pada minggu pertama puasa, tubuh masih beradaptasi. Hindari mengemudi secara agresif, seperti zig-zag dan sering melakukan pengereman mendadak. Hal ini akan mempercepat kelelahan dan meningkatkan risiko emosi negatif saat berkendara.
Ikuti arus lalu lintas dengan tenang. Mengemudi dengan mengikuti arus merupakan cara efektif untuk mengurangi kelelahan dan stres. Manuver yang berlebihan dan mengemudi agresif hanya akan membuat tubuh lebih cepat lelah dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Mengutamakan Keselamatan dan Kenyamanan
Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang nyaman dan sesuai standar. APD yang tidak nyaman akan menimbulkan distraksi dan membuat pengendara cenderung buru-buru. Pilih pakaian yang longgar dan tidak mengganggu gerakan, serta helm yang pas dan aman.
Untuk pengendara sepeda motor, penggunaan masker sangat dianjurkan. Polusi udara dapat memperparah kondisi tubuh yang sedang berpuasa karena metabolisme yang sedang beradaptasi. Masker dapat meminimalisir paparan polusi udara yang dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan kadar gula darah.
Mengatur Jadwal dan Mengonsumsi Makanan Bergizi
Atur jadwal berkendara, hindari waktu-waktu terpanas dan pilih waktu yang memungkinkan Anda beristirahat dan makan dengan cukup. Konsumsi makanan yang bergizi dan cukup cairan untuk menjaga kadar gula darah dan mencegah dehidrasi.
Selain itu, pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berkendara. Periksa rem, ban, lampu, dan komponen penting lainnya. Kendaraan yang terawat baik akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara.
Beristirahat yang Cukup
Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan kewaspadaan saat mengemudi. Usahakan untuk tidur minimal 7-8 jam sehari, bahkan jika harus mengatur ulang jadwal tidur Anda.
Jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat di tempat yang aman jika merasa lelah atau mengantuk. Istirahat singkat dapat membantu mengembalikan konsentrasi dan mencegah kecelakaan.
Hindari Mengemudi saat Kelelahan Ekstrim
Jika merasa sangat lelah, lebih baik menunda perjalanan atau mencari alternatif transportasi lain. Keselamatan Anda lebih penting daripada mengejar waktu.
Berkendara saat puasa membutuhkan kedisiplinan dan perencanaan yang matang. Dengan memperhatikan tips-tips di atas, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Ingat, keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Berkendara dengan bijak dan bertanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.