Pertamina Lubricants tetap optimistis terhadap prospek pasar pelumas di Indonesia, meskipun tren kendaraan listrik (EV) semakin berkembang. Optimisme ini didasarkan pada beberapa faktor kunci, terutama masih dominannya kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) di Indonesia.
Direktur Utama Pertamina Lubricants, Werry Prayogi, menyatakan bahwa penetrasi EV di Indonesia masih relatif rendah. Ia menekankan bahwa produsen mobil Jepang, yang merupakan pemain besar di pasar Indonesia, masih lebih fokus pada pengembangan mobil hybrid daripada EV murni. “Kita enggak pesimistis karena EV sendiri mungkin masih ada berapa tahun lagi itu eksis penuhnya. Tapi kalau kita lihat juga mungkin dari persentasi kayak kendaraan Jepang mereka enggak fokus ke EV, lebih ke hybrid kan,” ujar Werry dalam acara JAMA Lube Oil Seminar 2025 di Jakarta.
Pernyataan Werry ini diperkuat oleh data yang menunjukkan bahwa kendaraan ICE masih mendominasi pasar otomotif Indonesia hingga mencapai 99,95 persen. Hanya 0,05 persen yang merupakan kendaraan listrik. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar pelumas untuk jangka waktu yang cukup panjang. Bahkan, meskipun terjadi perlambatan ekonomi, Pertamina Lubricants masih mencatatkan pertumbuhan pangsa pasar hingga 36 persen dalam tiga tahun terakhir.
Strategi Pertamina Lubricants di Tengah Tren EV
Pertamina Lubricants tidak hanya mengandalkan sektor otomotif sebagai sumber pendapatan. Perusahaan juga telah melakukan diversifikasi bisnis ke sektor alat berat dan industri. Langkah ini menunjukkan strategi yang lebih komprehensif dan mengurangi ketergantungan pada satu sektor saja. Selain itu, Pertamina Lubricants juga tengah mengembangkan bisnisnya di pasar produk kimia.
Dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 36% dan tren pertumbuhan positif selama tiga tahun terakhir, Pertamina Lubricants menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar pelumas di Indonesia. “Sejauh ini tiga tahun terakhir naik terus ya, masih naik terus. Walaupun tahun kemarin lesu semuanya, tapi kita masih bisa tumbuh market share kita,” ungkap Werry.
Analisis Pasar Pelumas di Masa Depan
Senior Specialist Engine and Driveline Lubricants Pertamina Lubricants, Alva Kurnia L. Wirekso, memberikan perspektif yang lebih detail mengenai permintaan pelumas di masa depan. Ia menjelaskan bahwa meskipun penjualan EV meningkat, dominasi kendaraan ICE di Indonesia masih sangat signifikan. Hal ini menjamin terus berlanjutnya permintaan tinggi akan pelumas mesin dalam beberapa tahun ke depan.
Indonesia, dengan pangsa pasar kendaraan terbesar di kawasannya, memiliki peran penting dalam industri otomotif regional dan global. Dominasi kendaraan ICE dan tingginya permintaan pelumas akan menjadikan Indonesia tetap menjadi pemain utama di sektor ini. Oleh karena itu, investasi dan pengembangan di sektor pelumas masih sangat menjanjikan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pelumas
Kesimpulannya, Pertamina Lubricants memiliki posisi yang kuat di pasar pelumas Indonesia. Meskipun tren kendaraan listrik berkembang, dominasi kendaraan ICE dan strategi diversifikasi bisnis yang diterapkan oleh perusahaan memberikan landasan yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Perusahaan memanfaatkan potensi pasar yang besar di Indonesia dan terus beradaptasi dengan perubahan tren industri.