Peredaran oli palsu di Indonesia masih menjadi masalah serius. Hal ini merugikan konsumen dan perusahaan pelumas yang produknya dipalsukan, termasuk Pertamina Lubricants (PTPL).
PTPL menganggap peredaran oli palsu sebagai tantangan besar. Mereka berkomitmen untuk melindungi konsumen dan menjaga reputasi industri pelumas.
Direktur Utama PTPL, Werry Prayogi, menyatakan tanggung jawab perusahaan untuk memastikan konsumen mendapatkan oli asli dan berkualitas. PTPL mendukung penuh penegakan hukum terhadap pemalsuan oli.
Untuk menghindari kerugian akibat penggunaan oli palsu, penting bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui ciri-cirinya. Pertamina Lubricants memberikan empat poin penting untuk membedakan oli asli dan palsu.
Cara Membedakan Oli Pertamina Asli dan Palsu
Berikut adalah empat ciri utama yang perlu diperhatikan untuk memastikan keaslian oli Pertamina:
1. QR Code pada Stiker Anti-Counterfeiting
Setiap botol oli Pertamina asli memiliki QR Code unik pada stikernya. Kode ini terdiri dari 9-10 karakter angka dan huruf. Pemindaian QR Code akan mengarahkan ke situs LUBES ID, menampilkan informasi produk lengkap, termasuk nomor QR, kode batch, jumlah pemindaian, dan lokasi pemindaian. Pastikan informasi yang ditampilkan sesuai dengan botol oli yang Anda miliki. Jika terdapat perbedaan, atau QR Code tidak terbaca, kemungkinan besar oli tersebut palsu.
2. Hologram pada Tutup Botol
Tutup botol oli Pertamina asli memiliki hologram halus dengan titik-titik (dot) yang terlihat jelas saat dilihat dengan kemiringan 45 derajat. Perhatikan detail hologramnya, hologram palsu biasanya terlihat buram atau kurang detail.
3. Nomor Batch pada Tutup dan Leher Botol
Nomor batch terdiri dari 8 digit angka, tertera dengan posisi lurus, tegak, dan sejajar, baik pada tutup maupun leher botol. Pastikan nomor batch pada tutup dan leher botol sama. Perbedaan angka atau posisi yang tidak sejajar menandakan kemungkinan pemalsuan.
4. Teknologi Triple Layer Botol
Botol oli Pertamina asli menggunakan teknologi triple layer. Warna bagian dalam botol akan berbeda dengan warna bagian luarnya setelah tutup dibuka. Perbedaan warna ini merupakan indikator lapisan pelindung botol yang digunakan untuk menjaga kualitas oli.
Selain keempat poin di atas, perhatikan juga kondisi kemasan oli. Kemasan yang rusak, terlihat kusut, atau tulisan yang tidak rapi bisa menjadi indikasi oli palsu. Belilah oli dari distributor resmi Pertamina atau bengkel resmi untuk meminimalisir risiko mendapatkan oli palsu.
Jangan ragu untuk melaporkan jika menemukan indikasi peredaran oli palsu. Kerjasama antara konsumen dan pihak berwenang sangat penting untuk memberantas peredaran oli palsu dan melindungi konsumen dari kerugian.
Ingatlah, penggunaan oli palsu dapat merusak mesin kendaraan Anda dan mengakibatkan biaya perbaikan yang mahal. Selalu utamakan penggunaan oli asli dan berkualitas untuk menjaga performa dan umur panjang kendaraan Anda.
Sebagai informasi tambahan, Pertamina juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara membedakan oli asli dan palsu melalui berbagai media. Anda dapat mengunjungi situs web resmi Pertamina atau mengikuti akun media sosial resmi mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Selain itu, berhati-hatilah terhadap penawaran oli dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran. Harga yang terlalu murah seringkali menjadi indikasi adanya produk palsu.